Jumat, 23 Juni 2017

Contoh Tenses, Active Passive dan Comparation Degree

1. Simple Present Tense
Rumus
Untuk subjek he, she, it:
Do not bisa disingkat don’t dan does not bisa disingkat doesn’t.
Contoh:
(+): Sarimin goes to the market.

2. Simple Past Tense
Rumus:
Did not sering disingkat didn’t.
Contoh:
(+): She lived in Bandung last year.

3. Simple Future Tense
Rumus
Menggunakan going to:
Will not bisa juga diperpendek menjadi won’t.
Contoh:
(+): She is going to visit her grandmother next week

Simple present tense
Untuk subjek I, you, we, they:


Contoh
(+): Mereka bermain sebuah permainan.
(-): They don’t play a game.
(-): Mereka tidak bermain sebuah permainan.

(?): Do they play a game?
(?): Apakah mereka bermain sebuah permainan?
(+): Sarimin pergi ke pasar.
(-): Sarimin does not go to the market.
(-): Sarimin tidak pergi ke pasar.
(?): Does Sarimin go to the market?


Simple past tense 

Contoh

(+): He bought a book yesterday.
(+): Dia membeli buku kemarin.
(-): He did not buy a book yesterday.
(-): Dia tidak membeli buku kemarin.
(?): Did he buy a book yesterday?
(?): Apakah dia membeli buku kemarin?
(+): Dia tinggal di Bandung tahun lalu.
(-): She did not live in Bandung last year.
(-): Dia tidak tinggal di Bandung tahun lalu.
(?): Did she live in Bandung last year?
(?): Apakah dia tinggal di Bandung tahun lalu?


Simple future tense 

Contoh 

(+): He will come tonight.
(+): Dia akan datang malam ini.
(-): He will not come tonight.
(-): Dia tidak akan datang malam ini.
(?): Will he come tonight?
(?): Akankah dia datang malan ini?
(+): Dia akan mengunjungi neneknya minggu depan.
(-): She is not going to visit her grandmother next week.
(-): Dia tidak akan mengunjungi neneknya minggu depan.
(?): Is she going to visit her grandmother next week?
(?): Apakah dia akan mengunjungi neneknya minggu depan?


Present continuous tense 

contoh

(+): He is sleeping.

(-): He is not sleeping.

(?): Is he sleeping?


Present perfect tense
(+): She has lived in Bandung since January.

(-): She has not lived in Bandung since January.

(?): Has she lived in Bandung since Januari?




Tense ini merupakan tense untuk menyatakan kegiatan atau peristiwa yang sudah selesai pada masa lalu atau aksi sudah dimulai pada masa lalu dan masih berlanjut hingga sekarang.


(+): He has been sleeping.
(-): He has not been sleeping.
(?): Has he been sleeping?


Past perfect tense

(-): The bus had not left.
(-): Bus belum berangkat.
(?): Had the bus left?
(?): Apakah bus sudah berangkat?


Past continuous tense merupakan pola kalimat yang menunjukkan peristiwa yang yang terjadi pada waktu tertentu di masa lalu.


(+): S + was/were + Verb-ing
(-): S + was/were not + Verb-ing
(?): was/were + S + Verb-ing
(+): He was sleeping at this time last night.
(+): Dia sedang tidur pada saat ini kemarin malam.
(-): He was not sleeping at this time last night.
(-): Dia sedang tidak tidur pada saat ini kemarin malam.
(?): Was he sleeping at this time last night?
(?): Apakah dia sedang tidur pada saat ini kemarin malam?


Past perfect continuous tense merupakan pola kalimat untuk menunjukkan suatu kejadian dengan durasi waktu tertentu yang telah selesai pada waktu tertentu pada masa lampau.


(+): S + had + been + Verb I-ing
(-): S + had not + been + Verb I-ing
(?): had + S + been + Verb-ing
(+): She had been sleeping.
(-): She had not been sleeping.
(?): Had she been sleeping?


Future perfect tense merupakan pola kalimat yang menunjukkan peristiwa yang akan sudah selesai pada suatu waktu di masa mendatang.


(+): S + will + have + V-3
(-): S + will not + have + V-3
(?): will + S + have + V-3
(+): She will have read.
(-): She will not have read.
(?): Will she have read?


Future continuous tense merupakan pola kalimat yang menunjukkan peristiwa yang akan sedang terjadi pada waktu tertentu di masa mendatang.


(+): S + will be + Verb I-ing
(-): S + will not be + Verb I-ing
(?): will + S + be + Verb-I-ing
(+): He will be playing.
(-): He will not be playing.
(?): Will he be playing?


Simple fast future tense merupakan pola kalimat untuk menyatakan perbuatan yang akan dilakukan atau peristiwa yang terjadi di masa lalu.
Menggunakan would:


(+): S + would + V-1
(-): S + would not + V-1
(?): would + S + V-1
(+): S + was/were + going to + V-1
(-): S + was/were not + going to + V-1
(?): was/were + S + going to + V-1
(+): He would come.
(-): He would not come.
(?): Would he come?
(-): She was not going to visit her grandfather.
(?): Was she going to visit her grandfather?


Past future continuous tense merupakan pola kalimat untuk menyatakan perbuatan yang akan sedang dilakukan atau peristiwa yang akan sedang terjadi pada masa depan ketika berada di masa lalu.


(+): S + would/should + be + Verb I-ing
(-): S would/should not + be + Verb I-ing
(?): would/should + S + be + Verb I-ing
(+): She would be jumping.
(-): She would not be jumping.
(?): Would she be jumping?


Past future perfect tense merupakan pola kalimat yang menunjukkan suatu perbuatan yang akan telah dilakukan pada pasa lampau.


(+): S + would/should + have + V-3
(-): S + would/should + not + have + V-3
(?): would/should + S + have + V-3
(+): She would have come.
(-): She would not have come.
(?): Would she have come?


Future perfect countinuous tense merupakan pola kalimat untuk menyatakan suatu kegiatan atau peristiwa yang telah berlangsung sekian lama pada waktu tertentu di masa depan.


(+): S + will + have + been + Verb 1-ing
(-): S + will not + have + been + Verb 1-ing
(?): will + S + have + been + Verb 1-ing
(+): He will have been sleeping.
(-): He will not have been sleeping.
(?): Will he have been sleeping?


Past future perfect continuous tense merupakan pola kalimat untuk menyatakan kegiatan atau kejadian yang akan sudah berlangsung dalam waktu lama pada waktu tertentu di masa lalu.


(+): S + would + have + been + Verb 1-ing
(-): S + would not + have + been + Verb 1-ing
(?): would + S + have + been + Verb 1-ing
(+): She would have been teaching.
(-): She would not have been teaching.
(?): Would she have been teaching?




Active voice


Active    : Andine waters this plant every two days (Andine menyiram tanaman ini setiap dua hari).
Active    : He met them yesterday (Ia bertemu mereka kemarin)
Active    : She watered this plant this morning (Dia menyiram tanaman ini pagi ini)
Active    : He has met them (Dia telah bertemu dengan mereka)
Active    : She has watered this plant for 10 minutes.( Dia telah disiram tanaman ini selama 10 menit).
Active    : He had met them before I came. ( Dia telah bertemu dengan mereka sebelum aku datang)
Active    : She had watered this plant for 10 minutes when I got here (Dia telah menyiram tanaman ini selama 10 menit ketika aku di sini)
Active    : He will meet them tomorrow (Ia akan bertemu mereka besok)
Active    : She will water this plant this afternoon (Dia akan air tanaman ini siang ini)
Active    : The farmers are going to harvest the crops next week (Para petani akan panen tanaman minggu depan)
Active    : He will have met them before I get there tomorrow ( Ia akan telah bertemu dengan mereka sebelum aku sampai di sana besok)
Active    : She will have watered this plant before I get here this afternoon (Dia akan telah  menyiram tanaman ini sebelum saya mendapatkan di sini siang ini)
Active    : He would have met them ( Ia akan telah bertemu dengan mereka)
Active    : She would have watered this plant (Dia akan memiliki menyiram tanaman ini)


Pasive voice


Passive  : This plant is watered by her every two days ( Tanaman ini disiram oleh dia setiap dua hari)
Passive  : They were met by him yesterday ( Mereka bertemu dengan dia kemarin)
Passive  : This plant was watered by her this morning (Tanaman ini itu disiram oleh pagi ini)
Passive  : They have been met by him (Mereka telah  bertemu dengannya)
Passive  : This plant has been watered by her for 10 minutes (Tanaman ini telah telah disiram oleh dia selama  10 menit).
Passive  : They had been met by him before I came (Mereka telah terpenuhi oleh dia sebelum aku datang)
Passive  : This plant had been watered by her for 10 minutes when I got here  (Tanaman ini telah telah disiram oleh dia selama 10 menit ketika aku di sini)
Passive  : They will be met by him tomorrow (Mereka akan bertemu dengannya besok).
Passive  : This plant will be watered by her this afternoon (Tanaman ini akan disiram oleh nya sore ini)
Passive  : The crops are going to be harvested by the farmers next week (Tanaman akan dipanen oleh petani minggu depan)
Passive  : They will have been met by him before I get there tomorrow (Mereka akan telah dipenuhi oleh dia sebelum aku sampai di sana besok)
Passive  : This plant will have been watered by her before I get here this afternoon ( Tanaman ini akan telah disiram oleh dia sebelum mendapatkan di sini sore ini)
Passive  : They would have been met by him (Mereka akan telah bertemu dengannya)
Passive  : This plant would have been watered by her (Tanaman ini akan telah disiram olehnya)

.


Positive Degree


Contoh kalimat :
*Mother works as hard as father (Ibu bekerja sekeras ayah)
*You are as tall as your father ( Kamu setinggi ayahmu)
*Rio is as smart as his brother. ( Rio sepintar kakaknya )
*I can run as fast as flash ( Aku bisa berlari secepat kilat )
*I will handle this problem as carefully as possible. ( Aku akan menangani masalah ini sehati-hati mungkin)
*You must come as soon as possible. ( Kamu harus datang sesegera mungkin)
*Pick me as soon as possible ( Jemput aku sesegera mungkin )
*I will be as strong as you (are) ( Aku akan menjadi sekuat dirimu ). Primary auxiliary (are) didalam kurung boleh dihilangkan.
*Jono speaks as loud as I (did) yesterday (Jono berbicara sekeras aku kemarin)
*Resti is as beautiful as her mother was. ( Resti secantik ibunya dulu) Primary auxiliary (was) tidak boleh dihilangkan karena menyatakan tenses simple past.
*Geovani is not as kind as his sister. ( Geovani tidak sebaik kakaknya )
*Bromo is not as high as Semeru. ( Bromo tidak setinggi Semeru)
*The cow doesn't run as fast as the horse. (Sapi tidak berlari secepat kuda )
*Does he look as diligent as his father lately? (Apakah dia kelihatan serajin ayahnya akhir-akhir ini?)
*Is Irma as friendly as Armi ? ( Apakah Irma seramah Armi ? )



Comparative Degree

Contoh kalimat :
*He is more clever than I (am) ( Dia lebih pintar daripada saya )
*Lea is kind than her sibling. ( Lia lebih baik daripada saudara kandungnya )
*An elephant is bigger than a horse. ( Gajah lebih besar daripada kuda )
*My house is smaller than your house. ( Rumahku lebih kecil daripada rumahmu)
*Your friends are more than mine. (Teman-temanmu lebih banyak daripada teman-temanku)
*Be more careful . ( Lebih berhati-hatilah )
*Cheetah runs more quickly than Leopard ( Cetah berlari lebih kencang daripada macan tutul )
*Rony worked faster than anyone else ( Rony bekerja lebih cepat daripada yang lain )
*These shoes look more fashionable than those ones. ( Sepatu ini kelihatan lebih modern daripada yang lain )
*Keanu ate more slowly than his friend . ( Keanu makan lebih lambat daripada temannya )
*Diana has answered better than I. ( Diana sudah menjawab lebih baik daripada saya )
*This soup tastes saltier than this salad. ( Soup ini terasa lebih asin daripada salad ini )
*Aura Kasih is more interesting than Luna Maya ( Aura Kasih lebih menarik daripada Luna Maya )
*Budi studies more diligently than before. ( Budi belajar lebih rajin daripada sebelumnya )

Double Comparative

Contoh kalimat :

*The smaller, the cuter ( Semakin kecil, semakin lucu )
*The larger, the more expensive ( Semakin besar, semakin mahal )
*The richer, the stronger ( Semakin kaya, semakin kuat )
*The younger, the more creative ( Semakin muda , semakin kreatif )
*The older, the wiser ( Semakin tua semakin bijaksana )
*The darker , the colder ( Semakin gelap semakin dingin )
*When shall we leave ? The sooner, the better ( Kapan kita berangkat ? Lebih cepat lebih baik )
* Be like a rice tree, the higher, the benter. (Jadilah seperti padi, semakin tinggi semakin merunduk)
The Comparative (Adj/Adv-er)  + S+ V , the comparative (Adj/Adv-er) + S + V
Contoh kalimat:
*The sooner he leaves, the happier I will feel ( Semakin cepat dia pergi, saya akan merasa semakin bahagia )
*The bigger the house is, the more expensive the price ( Semakin besar sebuah rumah, semakin mahal harganya )
The more + S + V, the comparative (Adj/Adv-er) + S + V
Contoh kalimat :
*The more you study, the cleverer you will become ( Semakin banyak anda belajar, anda akan menjadi semakin pandai )
*The more I study, the more I am confused /the more confused I am ( Semakin banyak saya belajar, semakin bingung saya )
* The faster she walk, the sooner she can arrive home. ( Semakin cepat dia berjalan , semakin segera dia bisa tiba di rumah )
*The more expensive the seller give the price of their merchandise, the fewer he will gain the customer. ( Semakin mahal pedagang memberikan harga barang dagangannya, semakin sedikit dia akan memperoleh pelanggan )


Gradual

Contoh kalimat :
*Agung is taller and taller ( Agung semakin lama semakin tinggi )
*More and more people come to Pare ( Semakin lama semakin banyak orang datang ke Pare )
*David read more and more books ( David membaca buku semakin lama semakin banyak )
*My sister is smarter and smarter ( Kakakku semakin lama semakin pandai )
*The day is getting darker and darker ( Hari semakin lama semakin gelap )

Comparative tanpa menggunakan than

Contoh kalimat :
*Sisca is the prettier of two nominees ( Sisca lebih cantik diantara 2 peserta )
*Julie is the more beautiful of the two twocontestant ( Julie lebih cantik diantara 2 kontestan)
*Of the two new secretaries, Rina is the more responsive ( Diantara dua sekretaris, Rina lebih sesuai )
*Of the two pens, the red one works better ( Diantara 2 bolpoin, yang merah bekerja lebih baik )




Superlative degree


Contoh kalimat :
*Nena is the most diligent in her class ( Nena adalah yang paling rajin di kelasnya )
*Paul spoke the most loudly yesterday ( Paul berbicara paling keras kemarin )
*What is the highest mount in Indonesia ? ( Gunung apa yang tertinggi di Indonesia ? )
*She made the biggest cake ever (Dia membuat kue terbesar sejak itu )*Who has done the duty the most quickly ? ( Siapa sudah mengerjakan tugas paling cepat ? )
*Is Rico the tallest boy in your class ? ( Apakah Rio cowok tertinggi di kelasmu ? )
b. Of the superlatif (Adj/Adv-est) + plural noun, S + V
Contoh kalimat :
*All of the greatest lakes , Michigan has American borders ( Diantara semua danau terbesar, Michigan memiliki perbatasan Amerika )
*One of the biggest island in Indonesia is Borneo ( Salah satu pulau terbesar di Indonesia adalh Borneo )
*Reza is one ot the smartes students in my periode.( Reza adalah satu diantara murid-murid di periode saya )
*Of the 3 girls , Jessica is the most beautiful ( Diantara 3 orang gadis itu , Jessica yang tercantik)
*Nuri is the most interesting of the 5 her friends ( Nuri yang paling menarik diantara 5 temannya itu )
*He is the bravest of them.(Dia adalah yang paling berani diantara mereka)
Read More ->>

Pengertian Dan Penjelasan Tense, Active Passive dan Comparation Degree

Tense merupakan pola bentuk kata kerja yang menunjukkan waktu suatu kegiatan atau kejadian berlangsung. Secara umum ada 3 macan tense, yaitu present tense, past tense, dan future tense. Jumlah keseluruhan tense dalam bahasa Inggris ada 16 macam.

Berikut ini 16 jenis tense bahasa Inggris beserta pengertian kalimatnya.

Simple Present Tense
Rumus
Untuk subjek he, she, it:
Do not bisa disingkat don’t dan does not bisa disingkat doesn’t.


Simple Past Tense
Rumus:
Did not sering disingkat didn’t.


Simple Future Tense
Rumus
Menggunakan going to:
Will not bisa juga diperpendek menjadi won’t.


Simple past tense 

merupakan pola kalimat untuk menyatakan peristiwa yang terjadi di masa lampau.


Simple future tense

 merupakan pola kalimat untuk menyatakan kegiatan yang akan dilakukan atau peristiwa yang akan terjadi di masa depan.
Menggunakan will:


Present continuous tense 

merupakan pola kalimat untuk menyatakan tindakan yang berlangsung sekarang atau pada saat pembicaraan sedang berlangsung.


Present perfect tense 

merupakan pola kalimat untuk menyatakan perbuatan yang terjadi di masa lalu dan telah selesai pada waktu tertentu atau masih berlanjut hingga sekarang.
Tense ini merupakan tense untuk menyatakan kegiatan atau peristiwa yang sudah selesai pada masa lalu atau aksi sudah dimulai pada masa lalu dan masih berlanjut hingga sekarang.

Past perfect tense 

merupakan pola kalimat untuk menyatakan peristiwa yang berlangsung di masa lampau dan telah selesai pada suatu waktu sebelum peristiwa lainnya terjadi.

Past continuous tense 

merupakan pola kalimat yang menunjukkan peristiwa yang yang terjadi pada waktu tertentu di masa lalu.


Past perfect continuous tense 

merupakan pola kalimat untuk menunjukkan suatu kejadian dengan durasi waktu tertentu yang telah selesai pada waktu tertentu pada masa lampau.


Future perfect tense 

merupakan pola kalimat yang menunjukkan peristiwa yang akan sudah selesai pada suatu waktu di masa mendatang.


Future continuous tense 

merupakan pola kalimat yang menunjukkan peristiwa yang akan sedang terjadi pada waktu tertentu di masa mendatang.

Simple fast future tense

merupakan pola kalimat untuk menyatakan perbuatan yang akan dilakukan atau peristiwa yang terjadi di masa lalu.
Menggunakan would:


Past future continuous tense 

merupakan pola kalimat untuk menyatakan perbuatan yang akan sedang dilakukan atau peristiwa yang akan sedang terjadi pada masa depan ketika berada di masa lalu.


Past future perfect tense 

merupakan pola kalimat yang menunjukkan suatu perbuatan yang akan telah dilakukan pada pasa lampau.


Future perfect countinuous tense 

merupakan pola kalimat untuk menyatakan suatu kegiatan atau peristiwa yang telah berlangsung sekian lama pada waktu tertentu di masa depan.


Past future perfect continuous tense 

merupakan pola kalimat untuk menyatakan kegiatan atau kejadian yang akan sudah berlangsung dalam waktu lama pada waktu tertentu di masa lalu.


Active Passive
Active Voice
Pada kalimat aktif subjek melakukan suatu tindakan yang langsung mengenai objeknya.
Kalimat Aktif memiliki pola S-P-O-K atau S-P-K Predikat kalimat aktif selalu diawali dengan imbuhan Me- atau Ber–.
kalimat aktif memerlukan objek, Setelah mendapat predikat subjek ditambah pelengkap atau keterangan.
Pasive Voice
to be + V3  dan kata by (kata ini bukan merupakan syarat yang harus ada dalam kalimat pasif )
Yang dapat dijadikan kalimat passive adalah Verbal Sentence (kalimat yang predikatnya kata kerja/V)
Verbal sentence yang dapat dirubah ke Passive Voice (kalimat pasif) adalah kalimat yang memiliki objek penderita.
Pola active dan passive voice pada  tensis

Jika active voice dalam simple present tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah is, am atau
Jika active voice dalam perfect continuous tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah (has/have) been + being.
Jika active voice dalam past perfect continuous tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah had been + being.
Jika active voice dalam future continuous tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah will be + being.
Jika active voice dalam past future continuous tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah would be + being.
Jika active voice dalam future perfect continuous tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah will have been + being.
Jika active voice dalam past future perfect continuous tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah would have been + being
Jika active voice dalam simple past tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah was atau were
Jika active voice dalam present perfect tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah been yang diletakkan setelah auxiliary has atau have, sehingga menjadi ‘has been’ atau ‘have been’
Jika active voice dalam past perfect tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah been yang diletakkan setelah auxiliary had, sehingga menjadi had been
Jika active voice dalam simple future tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah be
Jika active voice dalam future perfect tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah been yang diletakkan setelah auxiliary will have, sehingga menjadi ‘will have been’
Jika active voice dalam past future perfect tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah been yang diletakkan setelah auxiliary would have, sehingga menjadi ‘would have been’
Jika active voice dalam present continuous tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah (is, am atau are) + 
Jika active voice dalam past continuous tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah (was atau were) + being.


.

Active Voice (Kalimat Aktif) adalah kalimat yang subject-nya berbuat sesuatau atau melakukan suatu pekerjaan. Dalam bahasa indonesia ciri-ciri kalimat aktif adalah kata kerjanya selalu berawalan “me-“ dan beberapa lagi memiliki awalan “ber-“. Pada kalimat aktif (active voice) ini, kita cukup menggunakan bentuk dasar dari kata kerja (verbs) dalam penyusunan kalimatnya.
Passive Voice adalah konstruksi tatabahasa (secara khusus, specifically, a “voice”). Kata atau frasakata benda yang akan menjadi obyek dari kalimat aktif,  muncul sebagai subjek kalimat dengansuara pasif. Dalam bahasa Indonesia kalimat pasif biasanya diikuti prefix berupa di– atau ter–. Contohnya kalau kalimat aktifnya menginjak maka kalimat pasifnya menjadi dipukul atau terpikul.


S + V (kata kerja yang disesuaikan dengan tenses-nya) + O



Definisi dari Comparison adalah perbandingan. Comparison digunakan dengan kata sifat (Adjective) atau kata keterangan (Adverb).
Comparison dibagi menjadi 3 yaitu :
1. Positive Degree (se... setara/sama...)
2. Comparative Degree ( lebih...dari...)
3. Superlative Degree (ter.../paling...)
Dibawah ini penjelasan , rumus dan contoh kalimatnya.


Positive Degree
Positive Degree yaitu bentuk kalimat yang digunakan untuk membandingkan antara 2 hal yang sifatnya setara. Apabila hal yang dibandingkan itu tidak setara , maka dalam possitive degree dinyatakan dalam kalimat negatve.
\
Comparative Degree
Comparative Degree adalah suatu bentuk kalimat yang digunakan untuk membandingkan 2 hal yang tidak setara, yang satu memiliki kelebihan diantara yang lainnya.
Comparative Degree diformulasikan kedalam 3 kategori.

1. Pola Conjuction
a. S + V + Adjective/Adverb + er + than + S + V
b. S + V + more/less + than + than + S + V
c. S + V + more/less + than + S + V


Gradual ( Semakin lama.....semakin......)
Pola kalimat yang digunakan adalah the comparative (Adj/Adv-er)  and the comparative
(Adj/Adv-er)

Comparative tanpa menggunakan than
Pola kalimatnya :
a. S + V + the comparative of the two + Noun
b. Of the two + Noun + S + V + the comparative


Superlative degree
Superlative Degree adalah perbandingan tertinggi yang sudah tidak ada perbandingannya lagi.
Pola kalimatnya yaitu :
a. S+ V + the superlative (Adj/Adv-est) atau S + V + the most (Adj/Adv-est)
Tense merupakan pola bentuk kata kerja yang menunjukkan waktu suatu kegiatan atau kejadian berlangsung. Secara umum ada 3 macan tense, yaitu present tense, past tense, dan future tense. Jumlah keseluruhan tense dalam bahasa Inggris ada 16 macam.
Berikut ini 16 jenis tense bahasa Inggris beserta pengertian kalimatnya.

Simple Present Tense
Rumus
Untuk subjek he, she, it:
Do not bisa disingkat don’t dan does not bisa disingkat doesn’t.


Simple Past Tense
Rumus:
Did not sering disingkat didn’t.


Simple Future Tense
Rumus
Menggunakan going to:
Will not bisa juga diperpendek menjadi won’t.


Simple past tense 

merupakan pola kalimat untuk menyatakan peristiwa yang terjadi di masa lampau.


Simple future tense

 merupakan pola kalimat untuk menyatakan kegiatan yang akan dilakukan atau peristiwa yang akan terjadi di masa depan.
Menggunakan will:


Present continuous tense 

merupakan pola kalimat untuk menyatakan tindakan yang berlangsung sekarang atau pada saat pembicaraan sedang berlangsung.


Present perfect tense 

merupakan pola kalimat untuk menyatakan perbuatan yang terjadi di masa lalu dan telah selesai pada waktu tertentu atau masih berlanjut hingga sekarang.
Tense ini merupakan tense untuk menyatakan kegiatan atau peristiwa yang sudah selesai pada masa lalu atau aksi sudah dimulai pada masa lalu dan masih berlanjut hingga sekarang.

Past perfect tense 

merupakan pola kalimat untuk menyatakan peristiwa yang berlangsung di masa lampau dan telah selesai pada suatu waktu sebelum peristiwa lainnya terjadi.

Past continuous tense 

merupakan pola kalimat yang menunjukkan peristiwa yang yang terjadi pada waktu tertentu di masa lalu.


Past perfect continuous tense 

merupakan pola kalimat untuk menunjukkan suatu kejadian dengan durasi waktu tertentu yang telah selesai pada waktu tertentu pada masa lampau.


Future perfect tense 

merupakan pola kalimat yang menunjukkan peristiwa yang akan sudah selesai pada suatu waktu di masa mendatang.


Future continuous tense 

merupakan pola kalimat yang menunjukkan peristiwa yang akan sedang terjadi pada waktu tertentu di masa mendatang.

Simple fast future tense

merupakan pola kalimat untuk menyatakan perbuatan yang akan dilakukan atau peristiwa yang terjadi di masa lalu.
Menggunakan would:


Past future continuous tense 

merupakan pola kalimat untuk menyatakan perbuatan yang akan sedang dilakukan atau peristiwa yang akan sedang terjadi pada masa depan ketika berada di masa lalu.


Past future perfect tense 

merupakan pola kalimat yang menunjukkan suatu perbuatan yang akan telah dilakukan pada pasa lampau.


Future perfect countinuous tense 

merupakan pola kalimat untuk menyatakan suatu kegiatan atau peristiwa yang telah berlangsung sekian lama pada waktu tertentu di masa depan.


Past future perfect continuous tense 

merupakan pola kalimat untuk menyatakan kegiatan atau kejadian yang akan sudah berlangsung dalam waktu lama pada waktu tertentu di masa lalu.


Active Passive
Active Voice
Pada kalimat aktif subjek melakukan suatu tindakan yang langsung mengenai objeknya.
Kalimat Aktif memiliki pola S-P-O-K atau S-P-K Predikat kalimat aktif selalu diawali dengan imbuhan Me- atau Ber–.
kalimat aktif memerlukan objek, Setelah mendapat predikat subjek ditambah pelengkap atau keterangan.
Pasive Voice
to be + V3  dan kata by (kata ini bukan merupakan syarat yang harus ada dalam kalimat pasif )
Yang dapat dijadikan kalimat passive adalah Verbal Sentence (kalimat yang predikatnya kata kerja/V)
Verbal sentence yang dapat dirubah ke Passive Voice (kalimat pasif) adalah kalimat yang memiliki objek penderita.
Pola active dan passive voice pada  tensis

Jika active voice dalam simple present tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah is, am atau
Jika active voice dalam perfect continuous tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah (has/have) been + being.
Jika active voice dalam past perfect continuous tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah had been + being.
Jika active voice dalam future continuous tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah will be + being.
Jika active voice dalam past future continuous tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah would be + being.
Jika active voice dalam future perfect continuous tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah will have been + being.
Jika active voice dalam past future perfect continuous tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah would have been + being
Jika active voice dalam simple past tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah was atau were
Jika active voice dalam present perfect tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah been yang diletakkan setelah auxiliary has atau have, sehingga menjadi ‘has been’ atau ‘have been’
Jika active voice dalam past perfect tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah been yang diletakkan setelah auxiliary had, sehingga menjadi had been
Jika active voice dalam simple future tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah be
Jika active voice dalam future perfect tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah been yang diletakkan setelah auxiliary will have, sehingga menjadi ‘will have been’
Jika active voice dalam past future perfect tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah been yang diletakkan setelah auxiliary would have, sehingga menjadi ‘would have been’
Jika active voice dalam present continuous tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah (is, am atau are) + 
Jika active voice dalam past continuous tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah (was atau were) + being.


.

Active Voice (Kalimat Aktif) adalah kalimat yang subject-nya berbuat sesuatau atau melakukan suatu pekerjaan. Dalam bahasa indonesia ciri-ciri kalimat aktif adalah kata kerjanya selalu berawalan “me-“ dan beberapa lagi memiliki awalan “ber-“. Pada kalimat aktif (active voice) ini, kita cukup menggunakan bentuk dasar dari kata kerja (verbs) dalam penyusunan kalimatnya.
Passive Voice adalah konstruksi tatabahasa (secara khusus, specifically, a “voice”). Kata atau frasakata benda yang akan menjadi obyek dari kalimat aktif,  muncul sebagai subjek kalimat dengansuara pasif. Dalam bahasa Indonesia kalimat pasif biasanya diikuti prefix berupa di– atau ter–. Contohnya kalau kalimat aktifnya menginjak maka kalimat pasifnya menjadi dipukul atau terpikul.


S + V (kata kerja yang disesuaikan dengan tenses-nya) + O



Definisi dari Comparison adalah perbandingan. Comparison digunakan dengan kata sifat (Adjective) atau kata keterangan (Adverb).
Comparison dibagi menjadi 3 yaitu :
1. Positive Degree (se... setara/sama...)
2. Comparative Degree ( lebih...dari...)
3. Superlative Degree (ter.../paling...)
Dibawah ini penjelasan , rumus dan contoh kalimatnya.


Positive Degree
Positive Degree yaitu bentuk kalimat yang digunakan untuk membandingkan antara 2 hal yang sifatnya setara. Apabila hal yang dibandingkan itu tidak setara , maka dalam possitive degree dinyatakan dalam kalimat negatve.
\
Comparative Degree
Comparative Degree adalah suatu bentuk kalimat yang digunakan untuk membandingkan 2 hal yang tidak setara, yang satu memiliki kelebihan diantara yang lainnya.
Comparative Degree diformulasikan kedalam 3 kategori.

1. Pola Conjuction
a. S + V + Adjective/Adverb + er + than + S + V
b. S + V + more/less + than + than + S + V
c. S + V + more/less + than + S + V


Gradual ( Semakin lama.....semakin......)
Pola kalimat yang digunakan adalah the comparative (Adj/Adv-er)  and the comparative
(Adj/Adv-er)

Comparative tanpa menggunakan than
Pola kalimatnya :
a. S + V + the comparative of the two + Noun
b. Of the two + Noun + S + V + the comparative


Superlative degree
Superlative Degree adalah perbandingan tertinggi yang sudah tidak ada perbandingannya lagi.
Pola kalimatnya yaitu :
a. S+ V + the superlative (Adj/Adv-est) atau S + V + the most (Adj/Adv-est)


Read More ->>

Senin, 24 April 2017

Menterjemahkan artikel bahasa Inggris ke bahasa Indonesia






Apakah laptop terakhir anda rusak begitu cepat ? Di sinilah anda bisa menemukan pengganti yang andal

            Saat mencari laptop baru, Anda menginginkan perangkat yang tidak perlu anda bawa kembali untuk diperbaiki setidaknya selama beberapa tahun. Keandalan dan kinerja yang dapat diandalkan berada pada daftar pembeli yang tinggi, namun merek mana yang terbaik?
Untuk menemukan jawabannya bagi semua pembeli laptop anda, kami telah memindai halaman Consumer Reports, mempelajari survei tentang seberapa sering laptop dibawa kembali untuk diperbaiki, membaca pendapat ahli, menganalisis pemungutan suara yang banyak, dan banyak lagi. Secara keseluruhan, kami telah mengumpulkan konsensus tentang merek yang paling andal, dan mengapa mereka bekerja.

            Tipe laptop, sebelum kita mulai menamai nama, kita akan menunjuk pada aturan umum: semakin kecil laptop, semakin tinggi tingkat kegagalannya. Ada beberapa alasan untuk ini. Laptop kecil lebih sulit dipisahkan dan diperbaiki sendiri, jadi perbaikan resmi mungkin lebih umum terjadi. Mereka juga lebih portabel, dan karena itu lebih cenderung terjatuh atau terbentur. Mungkin juga ada alasan manufaktur untuk jangka hidup mereka yang lebih pendek. Jadi, jika anda menginginkan laptop yang sangat tahan lama, carilah model yang lebih besar bila memungkinkan.

            Jika ada satu hal yang hampir semua orang setuju, laptop Apple adalah yang paling dapat diandalkan dari kelompok tersebut. Saat anda membeli MacBook, anda tahu apa yang diharapkan, dan itu jarang melibatkan kegagalan atau pengembalian. Bagian dari ini adalah karena filosofi desain Apple yang solid. MacBook, Airs, dan Pro secara konsisten tumbuh lebih tipis dan lebih kuat, namun keseluruhan gaya desain tetap sama. Bingkai aluminium dan elektronik yang dikemas ketat juga cenderung membantu mengurangi kerusakan dan tingkat kegagalan. Sebenarnya, perangkat Apple cenderung menjadi lebih andal dengan generasi selanjutnya, karena desain menjadi lebih ketat. Melepaskan port, misalnya, bukanlah langkah yang populer - namun ini dapat mengurangi kerusakan.
Ini juga perlu dicatat bahwa Apple melakukan banyak hal yang lebih kecil dengan baik. Keyboardnya tajam, menyenangkan digunakan, dan nyaris tidak bisa dipecahkan dalam keadaan biasa. Masa pakai baterai Macbooks cenderung tinggi juga, dan tidak mengalami penurunan kinerja cepat atau fluktuasi. Menampilkan isu-isu cenderung jarang terjadi, dan di Consumer Reports, Apple mengalahkan sembilan merek laptop lainnya ketika perlu melakukan perbaikan dalam tiga tahun pertama kepemilikan. Di lain sisi, MacBooks bisa dikatakan sangat memukul dompet anda, harga kisaran dari $1,000 sampai $1,800 untuk model yang paling populer. Harga itu cukup mahal untuk ukuran beli laptop rata-rata. Meski harganya mahal, garansi hanya bertahan satu tahun, seperti merek lain yang lebih terjangkau. Tapi Apple telah berkali-kali menawarkan ekstensi garansi gratis untuk masalah manufaktur umum, sebuah praktik yang jarang ditiru merek lain.

            Pekerjaan Dell, terutama di bidang ultrabook, telah menghasilkan tanaman ultraportable baru yang luar biasa hebat, memiliki spesifikasi yang kuat, dan tidak melepaskan hantu tanpa pertarungan. Jika Anda memerlukan PC untuk pekerjaan atau sekolah, dan menginginkannya bertahan selama mungkin, mesin Dell adalah pilihan tepat, terutama dengan model XPS terbaru mereka yang melakukan sedikit dari semuanya, dan melakukannya di mana saja. Itu termasuk resolusi layar, koneksi, dan software terbaru.
Alasan penting lain mengapa Dell mendapat nilai tinggi untuk keandalan bukan karena komputer perusahaan tidak pernah rusak, mereka memiliki rekam jejak yang bagus, tapi tidak sebagus MacBook tapi karena dukungan pelanggan Dell mudah menjadi yang terbaik yang akan Anda temukan di luar Apple. Jika ada yang tidak beres, panggilan layanan pelanggan cepat dengan Dell, lebih cenderung menghasilkan solusi, atau setidaknya merupakan rencana perbaikan, dibandingkan dengan merek lain. Terkadang faktor terpenting dalam keandalan bukanlah komputer itu sendiri, tapi perusahaan yang anda hadapi.

            Jika Anda menginginkan komputer yang dapat diandalkan ekstra, tapi tidak ingin membayar terlalu banyak untuk itu, anda akan senang melihat Asus juga memasukkannya ke daftar merek laptop paling andal. Perusahaan secara konsisten berhasil mencetak gol dengan baik dalam survei, meski biasanya tidak mendapat nilai tertinggi.
Asus komputer cenderung lebih ramping dan ringan daripada banyak merek yang ada di pasaran, jadi jika anda kurang tertarik dengan penggantian desktop dan lebih tertarik dengan pilihan portabel, inilah jalur yang harus diikuti. Asus juga cenderung condong ke arah ekstrem, dengan laptop dengan berbagai ukuran. Ada banyak eksperimen dan usaha patungan dalam merek ini, yang menjadikannya pilihan menarik untuk dijelajahi.
Kelemahan dari Asus adalah dukungan pelanggannya, yaitu hit-or-miss. Perusahaan menerima rata-rata nilai rata-rata di bawah rata-rata dalam survei layanan pelanggan yang telah kami lihat.

            Toshiba berada dalam posisi yang menarik ketika datang ke penawaran laptop. Di satu sisi, perusahaan telah terikat dengan Asus dalam beberapa survei sebagai salah satu merek yang paling andal, dengan beberapa perbaikan paling sedikit yang dibutuhkan. Di sisi lain, Toshiba juga mencetak angka yang sangat buruk dalam penelitian merek lainnya, karena pada dasarnya hanya layanan pelanggan yang baik, dan model produk yang belum berusaha menonjol dari keramaian.
Bagaimanapun, ada tanda-tanda bahwa Toshiba meningkatkan kualitas laptop dan memusatkan perhatian lebih pada daya tahan - mereka bahkan mencurahkan bagian dalam siaran pers 2017 untuk berbicara tentang status tahan lama dan penguatan honeycomb dari model terbaru mereka.
Portege Toshiba dan laptop Tecra cenderung menjadi lini produk seperti workhouse, versi laptop bisnis yang lebih terjangkau. Mereka termasuk fitur terbaru (sensor sidik jari, USB Tipe-C, dll.), Namun fokus pada harga yang lebih rendah daripada merek lain, membuatnya serupa dengan Asus dalam banyak hal, hanya dengan pilihan yang lebih sedikit. Jika anda telah melihat laptop berorientasi bisnis lainnya dan belum menemukan apa pun dalam kisaran harga atau fitur ideal anda, cobalah Toshiba.

Ketika datang ke perbaikan dan kerusakan, salah satu komponen komputer yang paling penting adalah dokumen garansi itu. Jadi, apa kesepakatan dengan garansi hari ini? Pada dasarnya, jangan terlalu khawatir. Diperpanjang jaminan, sebagai aturan umum, ada untuk menghasilkan uang ekstra bagi perusahaan. Membeli satu tidak cenderung melakukan banyak hal baik hanya sekitar 8 % orang yang telah memperpanjang garansi yang pernah menggunakannya, menurut Consumer Reports.
Selain itu, garansi normal yang disertakan dengan mesin baru kemungkinan akan mencakup sekitar 75 % untuk perbaikan umum atau masalah. Ya, itu akan terasa menyebalkan jika anda tidak membeli garansi dan kebetulan ada masalah. Tapi, dalam jangka panjang, garansi diperpanjang cenderung lebih mahal dari harganya.

Artikel ini diperbaharui pada 31 Januari 2017 dengan informasi survei terbaru, dan kategori runner up ditambahkan.

http://www.digitaltrends.com/computing/which-laptops-are-the-most-reliable/


Read More ->>

Sabtu, 21 Januari 2017

Model Trend Projection
Adalah suatu metode peramalan serangkaian waktu yang sesuai dengan garis tren terhadap serangkaian titil titik masa lalu., kemudian diproyeksikan ke dalam peramalan masa depan untuk peramalan jangka menengah dan jangka panjang
Persamaan garis :        
                               
                                        
Dimana :          y = variabel yang akan diprediksi
                        a = konstanta
                        b= kemiringan garis regrsi
                        x = variabel bebas (waktu)

Dengan metode kuadrat terkecil (MKT) didapat :


Contoh : Tabel berikut adalah memperlihatkan jumlah kecelakaan yang terjadi di Florida State Highway 101 selama 4 tahun. Ramalkan jumlah kecelakaan yang terjadi pada bulan Mei.


                                                        

Read More ->>

Jumat, 06 Januari 2017

Sebaran peluang teoritis

DISTRIBUSI NORMAL

Distribusi normal, disebut pula distribusi Gauss, adalah distribusi probabilitas yang paling banyak digunakan dalam berbagai analisis statistika. Distribusi normal baku adalah distribusi normal yang memiliki rata-rata nol dan simpangan baku satu. Distribusi ini juga dijuluki kurva lonceng (bell curve) karena grafik fungsi kepekatan probabilitasnya mirip dengan bentuk lonceng.
Distribusi normal memodelkan fenomena kuantitatif pada ilmu alam maupun ilmu sosial. Beragam skor pengujian psikologi dan fenomena fisika seperti jumlah foton dapat dihitung melalui pendekatan dengan mengikuti distribusi normal. Distribusi normal banyak digunakan dalam berbagai bidang statistika, misalnyadistribusi sampling rata-rata akan mendekati normal, meski distribusi populasi yang diambil tidak berdistribusi normal. Distribusi normal juga banyak digunakan dalam berbagai distribusi dalam statistika, dan kebanyakan pengujian hipotesis mengasumsikan normalitas suatu data. (sumber : id.wikipedia.org/wiki/Distribusi_normal)


 DISTRIBUSI BINOMIAL (1)

Dalam teori probabilitas dan statistika, distribusi binomial adalah distribusi probabilitas diskret jumlah keberhasilan dalam n percobaan ya/tidak (berhasil/gagal) yang saling bebas, dimana setiap hasil percobaan memiliki probabilitas p. Eksperimen berhasil/gagal juga disebut percobaan bernoulli. Ketika n = 1, distribusi binomial adalah distribusi bernoulli. Distribusi binomial merupakan dasar dari uji binomial dalam uji signifikansi statistik.
Distribusi ini seringkali digunakan untuk memodelkan jumlah keberhasilan pada jumlah sampel n dari jumlah populasi N. Apabila sampel tidak saling bebas (yakni pengambilan sampel tanpa pengembalian), distribusi yang dihasilkan adalah distribusi hipergeometrik, bukan binomial. Semakin besar N daripada n, distribusi binomial merupakan pendekatan yang baik dan banyak digunakan
Distribusi binomial juga didefinisikan bila suatu ulangan binomial mempunyai peluang keberhasilan p dan nilai peluang kegagalan a = 1 – p, maka sebaran peluang bagi peubah acak binomial X, yaitu banyaknya keberhasilan dalam n ulangan yang bebas adalah

b(x,n,p)= 

untuk x = 0,1, 2, …, n
sedangkan untuk nilai tengah dan ragam bagi sebaran binomial adalah µ = np dan σ2 = npq. Hal ini dpat dibuktikan misalkan hasil pada ulangan ke-j dinyatakan oleh peubah acak Ij yang bernilai 0 dan 1, masing-masing dengan peluang q dan p. Ini disebur peubah Bernoulli atau lebih tepat disebut peubah indikator, KarenaIj = 0 berarti kegagalan dan Ij = 1 yang berarti keberhasilan. Dengan demiklian, dalam suatu percobaan binomial banyaknya keberhasilan dapat dituliskan sebagai jumlah n peubah indikator yang bebas, sehingga

X = I1 + I2 + … + In

Nilai tengah Ij adalah E(Ij) = 0.q + 1.p = p. Maka kita mendapatkan nilai tengah bagi sebaran binomial, yaitu

µ = E(X) = E(X1) + E(X2) + … + E(Xn)
= p + p + … + p
= np

Ragam bagi setiap Ij adalah

σ2Ij = E[(Ij – p)2] = E(Ij2) – p2
= (0)2q + (1)2p – p2
                                                    = p(1 – p) = pq

Dengan demikian, ragam sebaran binomial adalah

σ2x = σ2I1 + σ2I2 + … + σ2In
= pq + pq + … + pq
= npq

Distribusi Binomial (2)

Suatu percobaan sering kali terdiri atas ulangan-ulangan, dan masing-masin mempuyai dua kemungkinan hasil yang dapat diberi nama berhasil dan gagal. Misalnya saja dalam pelemparan sekeping uang logam sebanyak 5 kali. Hasil setiap ulangan mungkin muncul sisi gambar atau sisi angka. Dan salah satu diantara keduanya ditentukan sebagai “berhasil”. Begitupula, bila 5 kartu diambil berturut-turut. Untuk kartu merah diberi label “berhasil” atau “gagal” jika yang terambil warna hitam.
Bila setiap kartu dikembalikan sebelum pengembalian berikutnya, maka kedua percobaan yan dilakukan diatas mempunyai ciri-ciri sama, yaitu bahwa ulangan-ulangan tersebut bersifat bebas dan peluang keberhasilan setiap ulangan tetap sama yaitu sebesar ½. Percobaan semacam ini dinamakan percobaaan binom. Perhatikan bahwa dalam percobaan pengambilan kartu tersebut, peluang keberhasilan dalam setiap ulangan akan berubah ila kartu tidak dikebalikan sebelum pengambilan berikutnya. Karena peluang terambilnya pada pengambilan pertama adalah ½, sedangkan pada engambila yang kedua peluang itu bersifat bersyarat, bernilai 26/51 atau 25/51, bergantung pada hasil pengembalian pertama. Bila demikian halnya percobaan ini bukan bersifat binom. Untuk lebih ringkasnya dapat dilihat pada definisi berikut.
Jika suatu ulangan binomial mempunyai peluang keberhasilan p dan peluang kegagala q=1-p , maka distribusi probabilitas bagi peubah acak binomial x, yaitu banyaknya keberhasilan dalam n ulangn bebas , adalah

B(x;n;p) = Cxn px qn-x
Untuk x=1,2,3,4,……., n

Contoh :
Tentukan peluang mendapatkan tepat tiga bilangan 2 buah dadu setimbang dilempar 5 kali.
Jawab : peluang keberhasilan setiap ulangan yang bebas ini adalah 1/6 dan peluang kegagalan adalah 5/6. Dalam hal itu munculnya bilangan 2 di anggap keberhasilan. Maka :
B {x;5,1/6} = C35 (1/6)3 (5/6)2
= 5! . 52 .
3! 2! 63
= 0,0032

Distribusi Multinomial

Percobaan Binomial menjadi suatu percobaan multinomial bila kita membuat setiap percobaan mempunyai lebih dari 2 keluaran yang mungkin. Penarikan sebuah kartu dari suatu tumpukan dengan pengembalian merupakan percobaan multinomial bila ke-empat jenis kartu menjadi keluarannya.
Secara umum, Bila suatu percobaan dapat menghasilkan salah satu dari k keluaran yan mungkin E1,E2, ………, Ek dengan probabilitas P1,P2, ………, Pk maka sebaran probabilitaspeubah acak X1,X2, ……….., Xk yang mewakili jumlah kejadian untuk E1,E2, ………, Ek didalam n percobaan yang bebas adalah

n X1 X2 ……X3
f(X1,X2,…….xk;P1,P2,…….Pk,n)= X1,X2,….XK P1 P2 PK

Dengan
∑ Xi = n dan ∑ Pi = 1

Contoh : Bila sepasang dadu dilemparkan 6 kali, berapakah probabilitas mendapatkan suatu total 7 atau 11 ebanyak 2 kali , pasangan angka yang sama sekali, dan sembarang gabungan lainnya sebanyak 3 kali.
Jawab : Kita daftar kejadian-kejadian yang mungkin berikut ini :
E1= sebuah total 7 atau 11 muncul
E2 = Pasangan angka yang sama muncul
E3 = Bukan angka sama atau bukan total 7 atau 11 yang muncul
Probabilitas yang berkesuaian untuk percobaan yang diketahui tersebut adalah p1 = 2/9 , p2= 1/6 dan p3 = 11/18. Nilai-nilia in tetap konstan untuk ke 6 percobaan tersebut. Dengan menggunakan sebaran multinomial dengan x1 = 2 , x2 = 1, dan x3=3 kita dapatkan bahwa probabilitas yang diperlukan adalah

Distribusi Hipergeometrik

Bila dalam populasi N benda, k benfda diantaranya diberi label ‘berhasil’ N-k benda lainya diberi label ‘gagal’, maka distribusi probabilitas bagi peubah acak geometrik X, yang menyatakan banyaknya keberhasilan dalam contoh acak berukuran n, adalah

h(x;N,n,k) = .

Untuk x = 0,1,2,3, ………., k

Contoh :

Bila 5 kartu diambil secara acak dari seperankat kartu bridge, berapa probabilitas diperoleh 3 kartu hati.

Jawab : Dengan menggunakan sebaran hipergeometrik untuk n= 5, N=52 , k=13, dan x=3, maka probabilitas memperoleh 3 kartu hati adalah,

h(3;52,5,13)= ¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬______________

sedangkan nilai rata-rata dan ragam bagi distribusi hipergeometrik h(x;N,n,k) adalah

μ = n k .
N

σ2 = N –n . n k . { 1 - k .}
N – 1 N N

Contoh : Dari contoh di atas tentukan μ dan σ2 nya

Jawab :

μ = (5) (13) . =1.25
52
σ2 = (47/51)(5)(13/52)(1-13/42)

Distribusi poisson diberi nama sesuai dengan penemunya yaitu Siemon D. Poisson dilahirkan di Pithierspada tanggal 21 Juni 1781. Poisson terkenal karena penerapan ilmu matematikanya dalam mekanika dan fisika. Usaha dan karya ilmiahnya ada di sekitar 300 sampai 400 buah. Tulisannya dalam Traité de mécanique, dipublikasikan dalam dua volume pada tahun 1811 dan 1833, yang manjadi standar kerja dalam mekanika dalam waktu yang lama. Salah satu teorinya yaitu Traité mathématique de la chaleurtahun 1835 ditambah sebuah suplemen pada tahun 1837, dan karyanya yang lain adalah Recherches sur la probabilitié des jugements (1837). Recherches sur la probabilitié des jugements merupakan sebuah karya penting dalam ilmu probabilitas yang dipublikasikan pada tahun 1837, di tahun ini juga distribusi poisson pertama kali muncul

Distribusi ini merupakan distribusi probabilitas untuk variabel diskrit acak yang mempunyai nilai 0, 1, 2, 3 dan seterusnya. Suatu bentuk dari distribusi ini adalah rumus pendekatan peluang poisson untuk peluang binomial yang dapat digunakan untuk pendekatan probabilitas binomial dalam situasi tertentu
Distribusi poisson dapat digunakan untuk menentukan probabilitas dari sejumlah sukses yang ditentukan. Kejadian-kejadian terjadi dalam ruang kontinyu. Proses poisson seperti proses Bernoulli, hanya berbeda pada sifat kontinuitasnya saja (Haryono, 1994). Distribusi poisson banyak digunakan dalam hal berikut:
1.   Menghitung probabilitas terjadinya peristiwa menurut satuan waktu, ruang, luas, atau panjang tertentu, seperti menentukan probabilitas dari:
a.   Banyaknya penggunaan telepon per menit atau banyaknya mobil yang lewat selama 5 menit di suatu ruas jalan.
b.   Banyaknya bakteri dalam 1 tetes atau 1 liter air.
c.   Banyaknya kesalahan ketik per halaman sebuah buku.
d.   Banyaknya kecelakaan mobil di jalan tol selama minggu pertama pada bulan April.
2.   Menghitung distribusi binomial apabila nilai n besar (n≥ 30) dan p kecil (p < 0,1).

Percobaan poisson adalah percobaan yang menghasilkan peubah acak X yang bernilai numerik,yaitu banyaknya sukses selama selang waktu tertentu atau dalam daerah tertentu. Selang waktu tertentu dapat berupa sedetik, semenit, sejam, sehari, seminggu maupun sebulan. Daerah tertentu dapat berupa satu meter, satu kilometer persegi dan lain-lain.

Keterangan:
x  : 0,1,2, …
μ  : Rata-rata banyaknya sukses.
e  : Bilangan alam (2,71828).

Pengertian Distribusi Poisson
Distribusi peluang suatu peubah acak poisson X disebut distribusi poisson dan dinyatakan dengan p(x;μ), karena nilainya hanya tergantung pada μ, yaitu rata-rata banyaknya sukses yang terjadi pada selang waktu atau daerah tertentu. Rataan dan variansi distribusi poisson p(x; μ) keduanya sama dengan μ. Berikut ini adalah penjelasan mengenai populasi (n) dan peluang (p) pada distribusi poisson.
1.         Bila n besar dan p dekat dengan nol, distribusi poisson dapat digunakan,  dengan μ = np, untukmenghampiri peluang binomial.
2.        Bila p dekat dengan 1, distribusi poisson masih dapat dipakai untuk menghampiri peluang binomial dengan mempertukarkan apa yang telah dinamai dengan sukses dan gagal, jadi dengan mengganti p dengan suatu nilai yang dekat dengan nol.
Sebaran poisson dan binom memiliki histrogram yang bentuknya hampir sama bila n besar dan p kecil (dekat dengan 0). Kedua kondisi itu dipenuhi sebaran poisson dengan  = np dapat digunakan untuk menghampiri peluang binom. P nilainya dekat dengan 1 dapat saling menukarkan apa yang telah didefinisikan sebagai keberhasilan dan kegagalan, dengan demikian mengubah p menjadi suatu nilai yang dekat dengan 0 (Walpole, 1995).

Sifat Percobaan Poisson

Suatu percobaan yang dilakukan sebanyak N kali, menghasilkan peubah acak X, misalkan banyaknya sukses selama selang waktu tertentu, dimana peluang yang sangat kecil (p mendekati 0), maka percobaan tersebut dinamakan poisson. Beberapa sifat distribusi poisson adalah sebagai berikut :
1.    Banyaknya sukses terjadi dalam suatu selang waktu atau daerah tertentu tidak terpengaruh oleh apa yang terjadi pada selang waktu atau daerah lain yang dipilih (bebas).
2.    Peluang terjadinya suatu sukses (tunggal) dalam selang waktu yang amat pendek atau dalam daerah yang kecil sebanding dengan panjang selang waktu atau besarnya daerah dan tidak tergantung pada banyaknya sukses yang terjadi di luar selang waktu atau daerah tersebut.
3.    Peluang terjadinya lebih dari satu sukses dalam selang waktu yang pendek atau daerah yang sempit tersebut dapat diabaikan.
Bilangan X yang menyatakan banyaknya hasil percobaan dalam suatu percobaan poisson disebut peubah acak poisson dan sebaran peluangnya disebut sebaran poisson, yaitu rata-rata banyaknya hasil percobaan yang terjadi selama selang waktu atau daerah yang diberikan (Walpole, 1995).

Pendekatan Peluang Poisson untuk Binomial
Pendekatan peluang poisson untuk peluang binomial dilakukan untuk mendekatkan probabilitas-probabilitas dari kelas sukses (x) dari n percobaan binomial dalam situasi dimana n sangat besar dan probabilitas kelas sukses (p) sangat kecil. Aturan yang diikuti oleh kebanyakan ahli statistika adalah bahwa  n cukup besar dan p cukup kecil, jika n adalah 20 atau lebihdari 20 dan p adalah 0,05 atau kurang dari 0,05. 

Peristiwa Kedatangan pada Distribusi Poisson
Suatu proses atau peristiwa kedatangan yang terjadi dalam suatu interval waktu tertentu dapat digolongkan sebagai proses keatangan poisson jika memenuhi beberapa kriteria tertentu. Berikut ini adalah beberapa kriteria pada peristiwa kedatangan dalam distribusi poisson
1.      Tingkat kedatangan rata-rata setiap unit waktu adalah konstan.
2.      Jumlah kedatangan pada interval waktu tidak bergantung pada apa yang terjadi di interval waktu yang sudah berlalu. Hal ini memiliki makna bahwa kesempatan dari sebuah kedatangan di waktu berikutnya adalah sama.
3.  Probabilitas untuk peristiwa lebih dari satu kedatangan akan semakin mendekati nol jika interval semakin pendek. Misalnya, jumlah pengunjung suatu restoran tidak mungkin lebih dari satu orang yang dapat melalui pintu masuk dalam waktu satu detik.
    Proses perhitungan secara manual dapat digunakan untuk menentukan probabilitas suatu kedatangan yang berdistribusi poisson. 

Read More ->>
Diberdayakan oleh Blogger.