Jumat, 29 April 2016

Arti Bahasa
Pengertian bahasa secara umum adalah sistem lambang bunyi yang arbitrer yang digunakan oleh anggota kelompok sosial untuk bekerja sama, berkomunikasi, dan mengidentifikasikan diri.
Bahasa menurut Ensiklopedi Nasional Indonesia adalah suatu sistem tanda bunyi yang secara sukarela dipergunakan oleh anggota kelompok sosial untuk bekerja sama, berkomunikasi, dan mengidentifikasi diri.
Bahasa yang baik berkembang berdasarkan suatu sistem, yaitu seperangkat aturan yang dipatuhi oleh pemakainya. Sistem tersebut mencakup unsur-unsur berikut.
Sistem lambang yang bermakna dan dapat dipahami oleh masyarakat pemakainya. Sistem lambang tersebut bersifat konvesional yang ditentukan oleh masyarakat pemakainya berdasarkan kesepakatan. Lambang-lambang tersebut bersifat arbiter (kesepakatan) digunakan secara berulang dan tetap.
Sistem lambang tersebut bersifat terbatas, tetapi produktif. Artinya, dengan sistem yang sederhana dan jumlah aturan yang terbatas dapat menghasilakan jumla kata, frasa, klausa, kalimat, paragraph, dab wacana yang tidak terbatas jumlahnya.
Sistem lambang bersifat unik, khas, dan tidak sama dengan lambang lain.
Sistem lambang dibangun berdasarkan kaidah yang bersifat universal.

Fungsi Bahasa

 Fungsi bahasa adalah cara orang menggunakan bahasa mereka, atau bahasa-bahasa mereka bila mereka berbahasa lebih dari satu . Jika dinyatakan dalam pengertian yang lebih rapat yaitu orang melakukan sesuatu dengan bahasa mereka, yaitu dengan cara bertutur dan menulis, mendengarkan, dan membaca, mereka berharap dapat mencapai banyak sasaran dan tujuan.
Ada beberapa pengelompokkan fungsi kebahasanan yang sudah dikenal misalnya, pengelompokan yang disampaikan oleh Malinowski, yang berkaitan dengan dengan kajiannya tentang situasi dan makna yang dirujuk pada awal pembicaraan. Malinowski(1923) mengelompokkan fungsi bahasa ke dalam dua kelompok besar, yaitu pragmatic dan magis. Sebagai seorang yang pakar antropologi, ia tertarik pada penggunaan bahasa yang praktis atau pragmatik di satu pihak, yang selanjutnya dibaginya lagi ke dalam penggunaan bahasa yang aktif dan bahasa yang naratif , dan dipihak lain ia juga tertarik pada penggunaaan bahasa yang bersifat ritual atau magis yang berkaitan dengan kegiatan-kegiatan seremonial atau keagamaan dalam kebudayaan.
Satu pengelompokkan yang sangat berbeda adalah pengelompokan yang dikemukakan oleh seorang psikolog Austria Karl Buhler (1934). Ia tertarik pada fungsi bahasa bukan dari sudut pandangan kebudayaan, tetapi dari sudut pandangan perseorangan. Buhler membedakan fungsi bahasa ke dalam bahasa ekspresif, bahasa konatif, dan bahasa representasional. Bahasa ekspresif yaitu bahasa yang terarah pada diri-sendiri, si pembicara. Bahasa konatif yaitu bahasa yang terarah pada lawan bicara dan bahasa representasional yaitu bahasa yang terarah pada kenyataan lainna-yaitu, apa saja selain si pembicara atau lawan bicara.
Berikut merupakan fungsi bahasa secara umum;
1)      Sebagai sarana komunikasi
Digunakan dalam berbagai lingkungan, tingkatan, dan kepentingan yang beraneka ragam, misalnya, komunikasi ilmiah, komunikasi bisnis, komunikasi kerja, dan komunikasi sosial. Manusia tidak dapat hidup sendiri, mereka perlu berkomunikasi dalam berbagai lingkungan ditempat mereka.
2)      Sebagai sarana integrasi dan adaptasi
Bahasa indonesia berkedudukan sebagai bahasa nasional dan bahasa negara merupakan fungsi integratif. Indikator kedudukannya sebagai bahasa nasional:
Lambang nasional yang dapat memberikan kebanggaan jati diri pemakainya sebagai bangsa indonesia.
Lambang identitas nasional yang dapat dikenali oleh masyarakat.
Alat pemersatu penduduk antar pulau diseluruh indonesia.
Alat komunikasi antar daerah dan antar budaya.
Indikator kedudukannya sebagai bahasa nasional berfungsi sebagai:
Bahasa dalam kegiatan resmi
Bahasa pengantar di sekolah
Alat komunikasi pada tingkat nasional
Alat pengembangan budaya
Dengan bahasa, orang dapat menyatakan hidup bersama, bahkan bahasa menimbulkan suatu kekuatan yang merupakan sinergi dengan orang lain. Misalnya : Seseorang tidak akan menggunakan bahasa ilmiah ketika berbelanja, seorang ibu tidak akan menggunakan bahasa bisnis ketika menasehati anaknya.
3)      Sebagai kontrol sosial
Berfungsi untuk mengendalikan komunikasi agar orang yang terlibat dalam komunikasi dapat saling memahami. Dalam kehidupan sehari-hari dapat berbentuk komunikasi timbal balik, baik secara lisan maupun tulisan. Dengan demikian, masing-masing dapat mengendalikan komunikasi dan memberi saran, kritik dll.
4)      Sebagai sarana memahami diri
Dalam membangun karakter seseorang harus dapat memahami dan mengidentifikasi kondisi dirinya terlebih dahulu.Pemahaman ini mencakup kemampuan fisik, emosi,kecerdasan dll.

5)      Sebagai sarana ekspresi diri
Dapat dilakukan dari tingkat yang paling sederhana sampai dengan tingkat yang kompleks. Ekspresi paling sederhana misalnya untuk menyatakan cinta, lapar, krecewa.. Tingkat kompleks misalnya berupa pernyataan kemapuan mengerjakan proyek besar dalam bentuk proposal yang sulit dan rumit, menulis laporan, desain produk, dll.
6)      Sebagai sarana memahami orang lain
Dengan pemahaman terhadap seseorang, pemakai bahasa dapat mengenali berbagai hal mencakup kondisi pribadinya. Melalui pemahaman ini seseorang akan memperoleh wawasan yang luas dan bermanfaat serta memperoleh kemampuan berfikir sinergis dengan memadukan pengalaman orang lain bersama dengan potensi dirinya.
7)      Sebagai sarana mengamati lingkungan sekitar
Keberhasilan seseorang menggunakan kecerdasannya ditentukan oleh kemampuannya memanfaatkan situasi lingkungannya sehingga memperoleh berbagai kreatifitas baru yang dapat memberikan berbagai keuntungan bagi dirinya dan masyarakat. Misalnya, Apa yang melatarbelakangi pengamatan, bagaimana masalahnya, bagaimana cara mengamati, tujuannya, hasilnya, kesimpulan.
8)      Sebagai sarana berfikir logis
Melalui proses berfikir logis, seseorang dapat menentukan tindakan tepat yang harus dilakukan. Selain itu, perlu disadari bahwa bahasa bukan hanya sarana proses berpikir melainkan juga penghasil pemikiran, konsep, atau ide.





9)   Mengembangkan kecerdasan ganda
Selain kecerdasan berbahasa, seseorang dimungkinkan memiliki beberapa kecerdasan sekaligus. Selain itu orang yang tekun mendalami bidang studinya secara seriu dimungkinkan memiliki kecerdasan yang produktif. Misal seorang ahli pemograman yang mendalami bahasa, ia dapat membuat kamus elektronik, mesin penerjemaah, dll.
10)   Membangun karakter
Kecerdasan merupakan bagian karakter dari manusia. Kecerdasan berbahasa memungkinkan seseorang dapat mengembangkan karakternya lebih baik.
Fungsi Bahasa Indonesia Secara Khusus :
Bahasa Nasional
Tanggal 28 Oktober 1928, pada hari “Sumpah Pemuda” lebih tepatnya, Dinyatakan Kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa Nasional memilki fungsi-fungsi sebagai berikut :
Bahasa Indonesia sebagai Identitas Nasional.
Kedudukan pertama dari Kedudukan Bahasa Indonesia sebagai bahasa Nasional dibuktikan dengan digunakannya bahasa indonesia dalam bulir-bilir Sumpah Pemuda. Yang bunyinya sebagai berikut :
“Kami poetera dan poeteri Indonesia mengakoe bertoempah darah satoe, Tanah Air Indonesia. Kami poetera dan poeteri Indonesia mengakoe berbangsa satoe, Bangsa Indonesia Kami poetera dan poeteri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, Bahasa Indonesia.”
Bahasa Indonesia sebagai Kebanggaan Bangsa.
Kedudukan kedua dari Kedudukan Bahasa Indonesia sebagai bahasa Nasional dibuktikan dengan masih digunakannya Bahasa Indonesia sampai sekarang ini. Berbeda dengan negara-negara lain yang terjajah, mereka harus belajar dan menggunakan bahasa negara persemakmurannya. Contohnya saja India, Malaysia dan lain – lain yang harus bisa menggunakan Bahasa Inggris.
Bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi.
Kedudukan ketiga dari Kedudukan Bahasa Indonesia sebagai bahasa Nasional dibuktikan dengan digunakannya Bahasa Indonesia dalam berbagai macam media komunikasi. Misalnya saja Buku, Koran, Acara pertelevisian, Siaran Radio, Website, dll. Karena Indonesia adalah negara yang memiliki beragam bahasa dan budaya, maka harus ada bahasa pemersatu diantara semua itu. Hal ini juga berkaitan dengan Kedudukan keempat dari Kedudukan Bahasa Indonesia sebagai bahasa Nasional sebagai Alat pemersatu Bangsa yang berbeda Suku, Agama, ras, adat istiadat dan Budaya.
Bahasa Indonesia sebagai Alat pemersatu Bangsa yang berbeda Suku, Agama, ras, adat istiadat dan Budaya.
Bahasa Negara
Bahasa Negara adalah bahasa yang digunakan dalam administrasi Negara baik secara lisan maupun tulisan. Posisi bahasa Negara ini dapat dilihat pemakaiannya dalam pemerintahan secara resmi. Penulisan surat kelakuan baik, pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP) adalah bukti tertulis bahasa Negara dalam pidato resmi Presiden RI di hadapan Sidang DPR/MPR dan pidato kenegaraan lainnya adalah contoh bukti bahasa Negara secara lisan. Dalam aktifitas kenegaraan, bahasa Negara mempunyai empat fungsi, yaitu:
1)  Bahasa resmi kenegaraan
2)  Bahasa pengantar resmi di sekolah dan universitas,
3) Bahasa resmi tingkat nasional dalam kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan Indonesia,
4) bahasa resmi kebudayaan dalam pengembangan kebudayaan, ilmu, teknologi dan komunikasi di Indonesia.
Bahasa resmi Negara ini dikukuhkan dalam UUD 1945, pasal 36 bab XV sehingga telah memainkan perannya dalam kehidupan bernegara.

Ragam Bahasa
 a.Pengertian Ragam Bahasa
Ragam bahasa adalah  variasi bahasa menurut pemakaian, yang berbeda-beda menurut topik yang dibicarakan, menurut hubungan pembicara, kawan bicara, orang yang dibicarakan, serta menurut medium pembicara. Ragam bahasa ditinjau dari media atau sarana yang digunakan untuk menghasilkan bahasa, yang terdiri dari ragam bahasa lisan dan ragam bahasa tulisan.
Bahasa yang di hasilkan menggunakan alat ucap (organ of speech) dengan fonem sebagai unsur dasar dinamakan ragam bahasa lisan sedangkan bahasa yang dihasilkan dengan memanfaatkan tulisan dengan huruf sebagai dasarnya, dinamakan ragam bahasa tulisan. Jadi dalam ragam bahasa lisan kita berurusan dengan lafal, dalam ragam bahasa tulisan kita berurusan dengan tata cara penulisan (ejaan). Selain itu aspek tata bahasa dan kosa kata dalam kedua ragam tersebut memiliki hubungan yang erat. Ragam bahasa tulis yang unsur dasarnya  ragam bahasa lisan. Oleh karena itu sering timbul kesan antara ragam bahasa lisan dan tulisan itu sama. Padahal, kedua jenis ragam bahasa itu berkembang menjadi sistem bahasa yang memiliki sistem seperangkat kaidah yang berbeda satu dengan yang lainnya.

Macam-macam Ragam Bahasa
Yaitu bisa dibagi tiga berdasarkan media,cara pandang penutur, dan topik pembicaraan.

Ragam bahasa berdasarkan media
Ragam bahasa Media (Lisan)
Ragam bahasa baku lisan didukung oleh situasi pemakaian sehingga kemungkinan besar terjadi pelesapan kalimat. Namun hal itu tidak mengurangi ciri kebakuannya. Walaupun demikian ketepatan dalam pilihan kata dan bentuk kata serta kelengkapan kalimat dan unsur-unsur didalam struktur kalimat tidak menjadi ciri kebakuan dalam ragam baku lisan karena situasi dan kondisi pembicara menjadi pendukung didalam memahami makna gagasan yang disampaikan secara lisan.
Pembicara lisan dalam situasi formal berbeda tuntutan kaidah kebakuannya dengan pembicara lisan dalam situasi tidak formal atau santai. Jika ragam bahasa dituliskan, ragam bahasa itu tidak bisa disebut ragam bahasa tulis, tetapi tetap disebut sebagai ragam lisan. Oleh karena itu, bahasa yang dilihat dari ciri-cirinya tidak  menunjukan cir-ciri ragam tulis, walaupun direalisasikan dengan tulisan,  ragam bahasa serupa itu tidak dapat dikatakan sebagai ragam tulis. Kedua ragam itu masing-masing adapun ciri dari keduanya:
Ciri-ciri ragam lisan:
Memerlukan orang kedua/teman bicara.
Tergantung kondisi, ruang, dan waktu.
Tidak harus memperhatikan gramatikal, hanya perlu intonasi serta bahasa tubuh.
Berlangsung cepat
Contohnya; “Sudah saya baca buku itu”
Ragam Tulis
Dalam penggunaan ragam bahasa baku tulisan makna kalimat yang diungkapkan nya ditunjang oleh situasi pemakaian sehingga kemungkinan besar terjadi pelesapan unsur kalomat. Oleh karrena itu, penggunaan ragam baku tulis diperlukan kecermatan dan ketepatan dalam pemilihan kata, penerapan kaidah ejaan, struktur bentuk katadan struktur kalimat, serta kelengkapaan unsur-unsur bahasa di dalam struktur kalimat.
Ciri-ciri ragam tulis:
Tidak memerlukan orang kedua/teman bicara;
Tidak tergantung kondisi, situasi & ruang serta waktu;
Harus memperhatikan unsur gramatikal;
Berlangsung lambat;
Selalu memakai alat bantu;
Kesalahan tidak dapat langsung dikoreksi;
                  Contohnya: “Saya sudah membaca buku itu”.
Perbedaan antara ragam lisan dan tulisan (berdasarkan tata bahasa dan kosa kata ) :
Tata Bahasa :
Ragam Bahasa lisan
1)      Nia sedang baca surat kabar.
2)      Ari mau nulis surat.
3)      Tapi kau tak boleh menolak lamaran itu.
Ragam bahasa tulisan.
1)       Nia sedang membaca surat kabar.
2)       Ari mau menulis surat.
3)        Namun, engkau tidak boleh menolak lamaran itu.
Kosa kata :
Ragam bahasa lisan
1)    Ariani bilang kalau kita harus belajar.
2)    Kita harus bikin karya tulis.
3)    Rasanya masih terlalu pagi buat saya, Pak.
Ragam bahasa tulisan
1)    Ariani mengatakan bahwa kita harus belajar.
2)    Kita harus membuat karya tulis.
3)    Rasanya masih telalu muda bagi saya, Pak.
Ragam bahasa Indonesia dari cara pandang penutur.
Berdasarkan cara pandang penutur, ragam bahasa indonesia terdiri dari ragam dialek, ragam terpelajar, ragam resmi dan ragam tak resmi.
Contoh:
Ragam dialek     : “Gue udah baca itu buku ”
Ragam terpelajar : “Saya sudah membaca buku itu”
Ragam resmi        : “Saya sudah membaca buku itu”
Ragam tak resmi  : “Saya sudah baca buku itu”


Read More ->>

Rabu, 06 Januari 2016

Resensi Anime Full-Metal Alchemist



Penulis   :             Hiromu Arakawa
Penerbit :             Enix 2001-2003
                             Square Enix 2003-2010
Genre    :              Action, Sience Fantasy, Adventure, Comedy

Ringkasan Cerita


                               
               
               
                Fullmetal Alchemist adalah sebuah Anime ( Animasi Kartun Jepang) yang menceritakan tentang kakak (Edward Elric/Ed)  yang ingin mendapatkan kembali tubuh sang adik(Alphonse Elric/Al). Kejadian ini bermula ketika  Ed dan Al mengetahui ibunya jatuh sakit lalu meninggal, Ayah Ed (Van Hohenheim/Hoh) yang merupakan seorang Alchemist (Ahli Kimia) sangat acuh dengan keluarganya karena memiliki pengalaman hidup yang mengerikan, namun istrinya (Trisha Elric/Trisha) tetap menerima Hohenheim dengan tulus dan penuh kasih, Trisha ibu dari Ed dan Al begitu sayang pada kedua anaknya itu, begitu juga Ed dan Al, sampai suatu hari Trisha jatuh sakit lalu meninggal. Sebelum meninggalnya Trisha, Hoh sudah meninggalkan rumah dan keluarganya terlebih dahulu. Ed dan Al sangat kecewa bahkan sempat tidak menganggap bahwa Hohenheim itu bukanlah ayahnya karena tega meninggalkan keluarganya disaat istrinya sendiri telah wafat.

                                 

                Ed dan Al juga seorang alchemist yang berbakat sama seperti ayahnya, mereka belajar dari buku buku yang ayahnya tulis. Sampai suatu hari Ed dan Al berfikir untuk mencoba menghidupkan kembali ibunya yang sangat mereka cintai itu. Namun ternyata, tidak berhasil, sesuai dengan hukum kimia tentang penyetaraan, untuk menghidupkan Ibunya kembali mereka mengorbankan anggota badannya. Ed sang kakak diambil kaki nya dan Al diambil seluruh tubuhnya. Namun pengorbanan mereka sia sia, bukan ibunya yang mereka dapatkan, namun hanya tubuh mayat yang cacat.


                   


             Ed yang sudah berat merasakan kehilangan ibu yang dicintainya, tidak ingin adiknya juga hilang, lalu ia mengorbankan lagi tangannya untuk menempelkan jiwa adiknya di sebuah baju armor (Baju Perang) dan mereka akhirnya menyesal telah berusaha mencoba menghidupkan kembali ibunya.

               
                 
                               

                       

               


                                

                Karena Ed adalah alchemist berbakat termuda di kotanya, Roy Mustang dari pihak militer tertarik dengan kemampuannya itu dan menawarkan posisi di kemiliteran, Ed yang hanya bisa meratapi badannya yang hanya ada satu kaki dan satu tangan serta melihat adiknya yang tubuhnya hanya sebuah armor kosong  berusaha mencari peluang untuk mengembalikan tubuh adiknya kembali tanpa ragu. Lalu Ed mencoba menggunakan Auto Mail (Alat Gerak Besi) sebagai ganti kaki dan tangannya yang telah hilang. Kemudian Ed membiasakan diri dengan kaki dan tangan robotnya itu. Setelah siap, ia pun segera mengikuti tes seorang alchemist negara dan akhirnya dia diterima dan diberi julukan Full-metal Alchemist (Ahli Kimia yang penuh dengan besi).


                Setelah sekian lama tunduk pada militer, Ed menemukan kasus dimana ada seseorang yang mengunakan batu philosopher (Batu Keabadian). Karena dengan batu tersebut, Ed bisa mengembalikan tubuh adiknya, berulang kali mencoba, Ed selalu gagal mendapatkan batu tersebut. Namun ada seorang dokter bernama Marco, mantan dokter kemiliteran yang sebenarnya tau seluk beluk berdirinya kemiliteran pusat itu. Ed dan Al tidak tau bahwa batu yang lama ia cari dibuat dengan bahan jiwa manusia, Dr. Marco membuat batu itu untuk memperkuat pasukan militer pusat, dan mengunakannya untuk perang dan menginvasi wilayah. Akhirnya dokter Marco meninggalkan militer dan hidup di sebuah kota dan menjadi dokter penyembuh walau dengan menggunakan batu Philospher. Hal lain yang erat kaitannya dengan batu Philospher pada cerita fiksi ini adalah seorang Homonculus (Makhluk yang Abadi) Homonculus diciptakan dari batu Philospher sehingga mereka bisa pulih kembali ketika sakit, terbunuh, atau ada bagian tubuhnya yang hancur.


               




                Musuh terbesar Ed dan Al serta ayahnya ialah Homonculus, namun dengan perjuangan serta bantuan dari gabungan pasukan akhirnya belahan jiwa Hohenheim yang sangat dibenci oleh Hohenheim itu akhirnya musnah. Namun ketika mengalahkan Homonculus tersebut terjadi peristiwa dahsyat yang menyebabkan Auto Mail Ed hancur dan tangan yang satunya lagi tertancap dan tak bisa bergerak. Banyak orang yang pingsan kecuali Al, ia segera berteriak bahwa Homonculus sedang berjalan menuju Ed dan ingin membunuhnya, namun Ed tidak bisa berbuat apa apa. Al yang tubuhnya hancur akibat serangan dahsyat Homonculus segera memikirkan cara agar Ed kakaknya bisa melawan Homonculus itu, terlintas pikiran untuk menukar kembali jiwa yang ditempelkan dengan tangan Ed yang sebelumnya dikorbankan. Akhirnyapun, jiwa Al sudah hilang dan tidak berada lagi di armor itu, dan tangan Ed kembali pada tubuhnya. Karena kesal adiknya melakukan hal yang ceroboh, Ed memukul Homonculus yang sudah tidak memiliki kekuatan lagi, sampai akhirnya Homonculus itu mati yang lenyap.

                Perang telah berakhir, namun pasukan gabungan serta sahabat Ed, Guru, dan Ayahnya berkabung dengan perginya Al. Hohenheim menyarankan untuk menggunakan nyawa terakhirnya untuk mengembalikan anaknya Al itu, namun Ed tidak ingin mengorbankan siapapun untuk membawa kembali adiknya Al, juga Ed dan Al sebenaranya sudah tau bahwa batu Philospher yang selama ini mereka kejar berbahan dasar jiwa manusia, akhirnya Ed menggunakan cara lain dengan mengorbankan kemampuan Alchemistnya untuk mengambil kembali adiknya.
“Ini adalah transmutasi terakhir dari sang Fullmetal Alchemist” katanya.

                Ed mengorbankan segalanya untuk ibu dan Adiknya, ayahnya sangat bangga telah mendidiknya seperti itu walau hanya sebentar, beberapa hari kemudian, Van Hohenheim datang ke makam Trisha istrinya dan berkata “Akhirnya aku bisa mati bersamamu”. Van Hohenheim meninggal dengan keadaan duduk di depan batu nisan istrinya Trisha. Beberapa tahun kemudian, Ed menikah dengan teman lamanya lalu memilih tetap belajar Alchemist walau sudah tidak bisa menggunakannya lagi, dan Al juga berkelana belajar tentang Alchemist.


4. Kekurangan dan Kelebihan

Kekurangan dari Anime ini          :              ● Alur cerita sulit di pahami
                                                                               
Kelebihan dari Anime ini               :               ● Secara visual, grafik yang ditampilkan cukup bagus
                                                                                ●Memiliki Alur cerita yang jelas
                                                                                ●Memiliki banyak pesan moral
                                                                                ●Watak tokoh jelas dan bervariasi

Sekian Resensi Anime tentang FullMetal-Alchemist, mohon maaf bila ada kekurangan dalam menuliskan sinopsis









 
Read More ->>

Resensi Anime GTO (Great Teacher Onizuka)

Pengarang      :               Tohru Fujisawa
Penerbit          :               Kodansha
Genre              :               Drama, Comedy

Ringkasan Cerita

                               


                GTO (Great Teacher Onizuka) adalah sebuah Anime ( Animasi Kartun Jepang) yang menceritakan tentang seorang guru yang dulunya seorang ketua geng. Onizuka Eikichi (Onizuka) itulah nama lengkapnya, Onizuka berumur dua puluh dua tahun (22) ketika mengajar di sebuah sekolah swasta di daerah jepang. Cerita ini dimulai saat Ryuuji (Sahabat baik Onizuka) dan Onizuka pergi ke Tokyo,
mereka pun mencoba mencari nasib masing masing, Ryuuji menjadi manager toko kendaraan dan Onizuka ingin mencoba menjadi guru SMA di daerah Jepang. Namun tidak seperti Ryuuji yang mendapatkan sertifikat universitas dengan bersekolah, Onizuka mendapatkan sertifikat menjadi guru dengan mengandalkan orang dalam, itu dikarenakan Onizuka memang tidak memiliki kemampuan di bidang Akademik. Onizuka adalah seorang yang pemalas, tidak pintar, dan terkadang pikirannya kotor, ini menjadi alasan mengapa ia ingin menjadi guru SMA, karena ia ingin bertemu banyak
gadis gadis sekolah.

               

                               

                Di hari pertama Onizuka mengajar ia berharap dikelasnya banyak gadis gadis yang cantik, namun ternyata, kelas tersebut adalah kelas yang terburuk dan mayoritas anak laki-laki. Ketika ia sedang mengajar, ia diacuhkan, tidak didengar, tidak diperhatikan, bahkan sampai dilecehkan. Onizuka sangat kesal dan ingin memberi mereka pelajaran namun ia sadar bahwa ia adalah seorang guru, dan memberi pelajaran hanya akan membuatnya dipecat.

                Sampai suatu hari, ada satu murid perempuan cantik yang mencoba mendekati Onizuka, ia mencoba mendapatkan rasa simpatinya sampai akhirnya Onizuka terlena, ternyata pendekatan murid perempuan itu adalah sebuah jebakan untuk para guru agar mereka tidak tahan mengajar kemudian keluar. Onizuka di permalukan karena di ambil gambarnya dengan murid perempuan itu dan diancam oleh murid laki-lakinya sendiri untuk menebus gambar foto itu dengan uang. Kemudian murid nya itupun pergi ke suatu tempat. Muridnya pun lalu singgah ke suatu tempat sepi yang sebenarnya mereka tidak tahu kalau itu tempat markas geng motor yang cukup besar. Para anggota geng tersebut sedang berkumpul dan nyaris memukuli murid murid itu, namun tiba tiba Onizuka datang. Dengan penuh harap murid murid itu datang ke Onizuka, namun bukannya menyelamatkannya, Onizuka malah justru ikut memberi pelajaran. Onizuka memukul wajah mereka, dan mengikat mereka di pohon lalu menyelupkannya ke danau pada malam hari itu. Terus menerus tanpa rasa bersalah, Onizuka sudah tidak memikirkan lagi tentang karirnya menjadi guru, dia hanya tidak ingin berbohong pada diri sendiri dan membenarkan yang salah.

                               


                               

                Keesokan harinya Onizuka berangkat ke sekolah tempatnya  mengajar, ia sudah tau bahwa ia akan dipecat atas kejadian semalam, namun tak disangka, wakil kepala sekolah justru sangat bangga kepadanya karena membuat seluruh murid di kelasnya menjadi patuh peraturan dan membersihkan lingkungan sekolah bersama sama. Tidak ada lagi yang tidak menghormatinya di kelasnya, bahkan ia seperti menjadi bos, ia dihormati dan di segani oleh muridnya. Kini Onizuka sudah menjadi Great Teacher (Guru Hebat) di sekolah itu, dan sampai masa mengajarnya habis, ia dipindahkan menjadi guru SMP. Seirin Gakuen, itulah nama SMP yang akan ditempati oleh Onizuka walau ia sebenarnya lebih menyukai SMA karena murid murid perempuannya.

                Dan akhirnya pun Onizuka mengajar di Seirin Gakuen, namun karena Onizuka tidak memiliki uang dan tempat tinggal, ia meminta kepala sekolahnya agar tinggal di sekolah. Sekarang ia mengajar di kelas (3-4) dan menjadi wali kelas di kelas itu. Sebelumnya Onizuka tidak tau bahwa kelasnya itu adalah kelas yang paling bermasalah. Beberapa muridnya kerap membuat wali kelasnya putus asa akan mengajar, karena kelas tersebut mempunyai masalah dengan wali kelas terdahulu.

                Disitulah kehidupan Onizuka dimula untuk menjadi Great Teacher, hingga pada akhirnya seluruh muridnya mengenalnya terlebih lagi murid di kelasnya (3-4). Onizuka telah berkorban banyak untuk murid muridnya walau Onizuka seorang yang berkepribadian tidak terlalu baik, namun ia sangat mengerti akan perasaan muridnya, bahkan ia menganggap bahwa seluruh muridnya itu adalah teman karena ia tidak ingin memiliki jarak antara muridnya itu dengannya .     

4. Kekurangan dan Kelebihan

Kekurangan dari Anime ini          :              ● Secara visual, grafik yang ditampilkan kurang bagus
                                                                               
                                                                               
Kelebihan dari Anime ini               :              ●Memiliki Alur cerita yang jelas
                                                                          ●Memiliki banyak pesan moral
                                                                          ●Watak tokoh jelas

Read More ->>

Selasa, 10 November 2015

Sabtu, 03 Oktober 2015

Pendaftaran Universitas Gunadarma

Assalamualaikum wr. wb . . . Ini adalah tugas pertama saya. Saya akan menceritakan perjalanan saya mendaftar di Universitas Gunadarma.

I. Prolog

            Awalnya saya tidak mengambil beasiswa yang Universitas Gunadarma sempat berikan kepada saya waktu itu, karena saya tidak punya bayangan masuk kesana, saya pun sedang sibuk sibuknya mengikuti tes PTN dan berpikir tidak akan melihat PTS manapun, namun takdir berkata lain, saya telah mengikuti berbagai macam tes PTN serta mendaftarkan diri pada SNMPTN namun tidak diterima juga, sampai akhirnya pikiran saya buntu, mau tidak mau harus mencari PTS, teman saya banyak memberi masukan tentang beberapa PTS, namun tidak semua PTS bagus kata teman saya yang lain, kemudian ada salah satu teman saya mengajak saya untuk masuk ke Universitas Gunadarma, berbeda dengannya karena saya tidak mengambil beasiswa, saya harus mengikuti tes dan embel-embel lainnya.
            Awalnya saya sangat minder dan merasa tidak nyaman berada di lingkungan PTS yang biasanya di pandang rendah oleh masyarakat, namun saya berpendapat kalau PTS yang saya pilih tidaklah seperti itu. Teman saya yang satu ini juga mengalami nasib yang sama seperti saya, dia mengikuti SBMPTN dan mendaftar SNMPTN namun juga tidak diterima juga di PTN yang ia inginkan, dan dia juga merasa risih dan tidak betah belajar di PTS, namun saya bekata kepadanya
“Kalo lu belajar sungguh sungguh, lu pasti bisa dapetin sukses lu, ibarat mereka yang mencari butiran emas di tambang, sedangkan lu mencarinya di sungai, walau kemungkinan untuk sukses kecil, namun itu masih ada kemungkinan dan lu harus buktiin kemungkinan itu ada di PTS lu”. Kata kata ini yang pernah saya lontarkan pada teman saya, dan kata kata ini pun yang menjadi salah satu motivasi saya untuk belajar di Universitas Gunadarma.
           





II. Pendaftaran
Hari demi hari akhirnya waktu pendaftaran dibuka, saya mendaftar bersama ayah saya yang hanya mengurusi urusan keuangannya, kebetulan saya belum memiliki SIM, serta saya malas menggunakan kereta saat mendaftar, saya lebih memilih diantar oleh ayah saya dengan mobil, namun saat pendaftaran, kebetulan hari itu adalah hari kantoran jadi ayah saya kerja, pekerjaan ayah saya adalah seorang TNI, saya harus ikut bersamanya ke kantornya untuk menampakkan diri kepada rekan bekerjanya, ibaratnya “Numpang ngabsen doang”. Saya berangkat pukul lima pagi tanpa mandi dan langsung masuk ke mobil dan segera kekantor ayah saya, sampai di kantor saya di sarankan untuk mandi di kamar mandi kantor ayah saya, kemudian saya mandi dan ayah saya numpang ngabsen lalu kita berdua langsung berangkat menuju Universitas Gunadarma di Margonda, di perjalanan kami bingung dengan alamatnya karena jika dari arah Cilangkap, Gunadarma terletak di seberang jalan, sedangkan di pinggir jalan itu banyak sekali toko-toko dan ruko-ruko dan kita tidak tau yang mana gang lokasi Gunadarma, kita sempat terlewat dan memutar balik sampai ke dua kalinya mencari ternyata ketemu, dan gang itu sangat sulit untuk di lihat.

            Setelah menemukan gang Universitas Gunadarma, ayah saya memarkirkan mobilnya dan saya segera mendaftar di salah satu ruangan dekat ATM, disitu sangat penuh tapi saya tidak lama mengantri untuk mendaftar, lalu saya mendaftar ditemani ayah saya, saya memilih Sistem Komputer karena saya setiap hari menyentuh laptop (Kurang nyambung ya ?) intinya saya tertarik dengan Sistem Komputer dan ingin tau ilmu apa saja yang ada di jurusan Sistem Komputer.
Dan selesai mendaftar, saya masih harus menunggu hari esok untuk membawa berkas berkas yang harus di bawa, dan keesokan harinya saya mendaftar lagi bolak balik ke Gunadarma untuk mengurusi pendaftaran, setelah menyelesaikan berkas berkas dan tes kesehatan dan bayar segala macemnya akhirnya saya sudah terdaftar dan siap mengikuti PPSPPT Universitas Gunadarma.





III. Menghadiri PPSPPT
Hari berganti hari akhirnya tibalah PPSPPT Universitas Gunadarma, saya datang dengan tidak tau apa apa, gedung yang mana yang harus saya masuki, sampai saya bertanya pada satpam yang kebetulan sedang berjaga, akhirnya saya tau yang mana gedungnya dan saya pun bergegas memasuki gedung. Menaiki tangga, sampai lantai yang di tuliskan di undangan sewaktu pendaftara dan akhirnya, Bang ! banyak orang yang mengantri disana, saya tidak tau harus mengantri di barisan mana, lalu saya masuk satu barisan yang saya tidak tau itu barisan apa, namun ternyata itu barisan pendaftar Sistem Komputer, hohoho kebetulan.
Setelah menuliskan nama akhirnya saya memasuki Ballroom PPSPPT, disitu sudah banyak orang yang duduk dan menyaksikan video dan saya tidak tau video apa itu, saya pun duduk dan menyaksikan PPSPPT hari itu, setelah memasuki Ballroom ada kakak kakaknya yang memberi tahu mars Gunadarma, setelah itu ada pertunjukan opera yang dimainkan oleh kakak kakaknya juga, ini cukup unik karena pertama saya tidak tau itu acara apa, tiba - tiba kakak kakaknya datang dengan arogan berjalan menuju depan audience dengan mengenakkan seperti jas hujan biru (Baju wisuda warna biru mungkin ya ?) dia bertingkah aneh sampai saya bingung melihatnya, ternyata setelah beberapa menit, saya baru sadar kalau ini adalah pertunjukan opera. Karena sudah lama duduk dan menyaksikan banyak pemberitahuan dari dosen dosennya. Rasanya sudah tidak nyaman lagi duduk dan ingin segera keluar dari gedung. Akhirnya waktunya pun habis, dengan mencatat beberapa informasi tentang apa apa saja yang harus di persiapkan ketika ospek nanti, saya pun bergegas pulang dan mempersiapkan segalanya.







IV. Persiapan dan Berangkat !
Karena acara ospeknya sedikit lama, dianjurkan untuk membawa bekal makanan, malangnya sewaktu pagi saya ingin mempersiapkan bekal ternyata nasi habis, gas habis, dan teman saya tidak menjawab sms saya ketika saya memintanya untuk membawa nasi. Juga tidak ada makanan dari semalam yang masih tersisa, mau tidak mau saya membuat bekal asal - asalan, saya gunakan pemasak nasi untuk merebus telur dan bakso sambil beres beres, akhirnya menu bekal asalku siap dan buru buru saya berangkat ke stasiun untuk memarkirkan motor saya.

Dan akhirnya saya tiba di stasiun bojonggede, saya, teman saya dan temannya teman saya berkumpul lalu berangkat ke lokasi ospek di kampus H dengan menaiki angkot, sesampainya di kampus H, banyak sekali anak anak yang sudah botak botak, hohoho termasuk saya, kemudian kami menyusuri jalan yang di beri tanda, sampailah pengecekkan tas oleh kakak kakaknya, dan pengecekkan rambut, berhubung rambut saya hanya botak sampingnya saja, saya di masukkan ke barisan yang rambutnya akan di gunting oleh kakak kakaknya, namun karena kakak kakak yang menggunting rambut sedang sibuk, aku bergegas saja melewatinya hohoho kemudian memasuki lapangan olahraga. Sesampainya di lapangan olahraga, saya bisa menyaksikan berbagai pertunjukan, sampai endingnya di tutup dengan konser konseran dan salam salaman, serta pengambilan almamater dan buku. Akhirnya hari yang melelahkan pun berakhir, saya dan teman saya serta temannya teman saya segera menaiki angkot untuk pulang ke stasiun, namun keadaan perut saya dan teman saya sedikit mengganggu karena acara PPSPPT cukup membuat kami merasa lapar. Kemudian kamipun mendatangi kedai nasi goring dekat stasiun untuk bersantap bersama, namun temannya teman saya ingin pulang lebih dulu, akhirnyapun kita berpisah dengannya dan setelah selesai bersantap kami pun bergegas pulang bersama.

Itulah perjalanan saya dari pendaftaran sampai menjadi mahasiswa resmi Universitas Gunadarma, Wassalamualaikum wr.wb . . .
Read More ->>
Diberdayakan oleh Blogger.